Trigger Trap: Cara Baru Fotografi Candid


 

Trigger ini bekerja menggunakan sensor layaknya sebuah camera traps yang sering digunakan di wildlife photography.


Fotografer yang biasa bekerja di alam bebas memiliki sejumlah peralatan untuk mendapatkan sebuah foto yang langka. Alat berupa camera trap sering dipakai saat ingin memburu gambar dari binatang langka. Cara kerjanya dengan menaruhnya berdekatan dengan kamera dan flash. Biasanya camera trap akan bekerja ketika mendeteksi sebuah pergerakan. Snap! Hasilnya foto binatang harimau sumatra seperti ini.


Cara kerja alat profesional di atas yang kemudian diterapkan pada TriggerTrap. Alat ini memiliki sensor gerak dan suara untuk menangkap stimulus. Kompatibilitasnya dengan semua jenis kamera, memungkinkan TriggerTrap tidak hanya mampu bekerja dengan kamera SLR profesional melainkan kamera saku sekalipun. Sang penemu mencontohkan alat ini saat dipakai menjadi juri lari sprint 200 meter. TriggerTrap yang dipasang sejajar dengan garis finish mampu memberikan keputusan akurat tentang siapa pemenangnya. Sinar laser yang keluar sejajar dengan garis finish menjadi sensor sempurna ketika tersentuh kaki pelari dan kamera langsung memotretnya.


Selain sensor laser, trigger yang dikemas secara mencolok ini menggunakan suara sebagai pemicu. Sebuah tepukan tangan sudah mampu menjadi stimulus agar kamera segera memotret. Fungsi ini berguna ketika ingin memotret balon meletus akibat tertusuk jarum. Dengan kecepatan shutter yang disesuaikan, maka sebuah foto unik akan dengan mudah didapat. Tertarik?

[caption id="attachment_610" align="aligncenter" width="600" caption="Hasil Foto Menggunakan Sound Sensor"][/caption]

4 comments:

  1. TriggerTrap ini harganya berapa ya? penasaran, maklum baru seneng motret :)

    ReplyDelete
  2. berdasarkan info yang kami lihat di website mereka, triggertrap dibanderol USD125 atau sekitar Rp1,1 juta.

    ReplyDelete
  3. kalo di indo belinya dimana ya gan?

    ReplyDelete